Langsung ke konten utama

Perbedaan Milenial dan Gen Z dalam Mengelola Uang

Ilustrasi Mengelola Uang (unsplash.com/Firmbee)

Pembahasan antara generasi milenial dan Gen Z memang nggak pernah ada habisnya. Kali ini, kita akan bahas bagaimana cara dua generasi ini dalam memandang uang. Meskipun berada dalam satu rentang waktu lahir yang berdekatan, ternyata ada perbedaan milenial dan Gen Z dalam mengelola uang. Setiap generasi ini dipengaruhi oleh teknologi dan budaya yang berkembang saat mereka tumbuh dewasa yang tentunya akan mempengaruhi cara mereka berpikir dan bertindak termasuk saat mengatur keuangan. Artikel ini bakal ngulik perbedaan penting antara milenial dan Gen Z dalam hal pengelolaan uang, mulai dari gaya hidup konsumtif, kebiasaan menabung, sampai cara mereka berinvestasi.

Apa Latar Belakang Perbedaan Milenial dan Gen Z dalam Mengelola Uang?

Perbedaan milenial dan Gen Z dalam mengelola uang dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu usia, perkembangan teknologi di masa mereka dibesarkan, pengaruh keluarga dan lingkungan, serta pemahaman literasi keuangan jadi dasar perbedaan dalam mengatur dan mengelola uang. 

1. Usia 

Generasi milenial juga disebut sebagai generasi Y adalah mereka yang lahir antara tahun setelahnya yaitu 1995 – 2010. Dengan perkembangan teknologi yang jauh lebih tinggi di masanya, pola pikIr Generasi Z cenderung serba instan. Melansir dari deskera.com, generasi Z cenderung lebih pragmatis, individualis, dan tidak terlalu peduli dengan validasi sosial. Sedangkan Generasi milenial mempunyai karakteristik komunikasi yang terbuka, cenderung butuh kolaborasi dalam bekerja, memerlukan berbagai interksi sosial, dan lebih mau menanggung risiko. 

2. Perkembangan Teknologi 

Sebagian milenial lahir di masa peralihan teknologi. Sedangkan Gen Z lahir, mereka tidak pernah mengalami kehidupan tanpa teknologi. Tentu saja, hal ini adalah salah satu faktor penyebab perbedaan milenial dan Gen Z dalam mengelola uang. Dalam penelitian Solihin et.al pada Jurnal Ilmu Manajemen Terapan (JMIT), perbedaan mencolok terlihat pada cara mengatur uang di mana Gen Z sudah memanfaatkan sarana digital secara utuh mulai dari mobile banking, dompet digital, sampai financial planner digital. 

3. Lingkungan dan Keluarga

Generasi milenial dibesarkan oleh orang tua boomers, di mana kondisi perekonomian masa kecil milenial banyak yang menghadapi tantangan terutama saat krisis moneter di tahun 1990-an. Hal ini menyebabkan keluarga lebih berhati-hati dalam mengeluarkan uang. Sedangkan orang tua Gen Z sudah berada di fase perekonomian yang semakin baik. Di tambah lagi, Gen Z yang lahir di tahun 2000-an memiliki orang tua milenial yang sudah sadar literasi keuangan. 

4.Pemahaman Literasi Mempengaruhi Perbedaan Milenial dan Gen Z dalam Mengelola Uang

Dalam penelitian Solihin et.al pada Jurnal Ilmu Manajemen Terapan (JMIT), pada generasi Milenial, lebih dulu punya pengetahuan mengenai literasi keuangan yang cukup baik, dan mengetahui cara mengelola keuangan. Sedangkan generasi Z saat ini masih ada yang berusia kuliah. Usia Gen Z masih sangat muda sehingga belum terlalu dalam terpapar literasi keuangan karena sebagian Gen Z belum bekerja dan masih berada dalam naungan orang tua.

Meskipun milenial sudah punya literasi keuangan lebih dulu, banyak juga milenial yang tidak menerapkan pemahaman literasinya dalam kehidupan sehari-hari. Banyak dari mereka yang cenderung boros untuk membeli barang-barang yang tidak mereka butuhkan. 


Perbedaan Milenial dan Gen Z dalam Mengelola Uang

Berikut ini adalah beberapa perbedaan dua generasi, hyaktu milenial dan Gen Z dalam mengelola uang ditinjau dari perilaku konsumtif, cara menabung, dan investasi. 

1. Perilaku Konsumtif: Milenial vs Gen Z

Perbedaan milenial dan gen z dalam mengelola uang sangat terlihat dari perilaku konsumtifnya. Milenial, yang lahir antara tahun 1981 hingga 1996, tumbuh di masa transisi teknologi. Mereka sempat merasakan kehidupan tanpa internet, tetapi akhirnya beradaptasi dengan teknologi yang berkembang. Dalam hal pengelolaan uang, meskipun milenial cukup paham soal literasi keuangan, banyak yang akhirnya jadi konsumtif. Gaya hidup mereka sering kali dipengaruhi oleh barang-barang bermerek dan diskon yang menarik perhatian. Banyak milenial juga yang suka belanja, traveling, dan mengikuti tren, yang terkadang mengarah ke pengeluaran berlebihan. 

Melansir dari dbs.id, Gen Z yang lahir setelah 1997, tumbuh dalam dunia digital yang serba cepat. Mereka sudah familiar dengan aplikasi keuangan seperti m-banking dan e-wallet sejak dini. Hal ini bikin Gen Z lebih pintar dalam mengatur pengeluaran dan lebih terkontrol dari perilaku konsumtif. Meskipun masih suka beli barang, mereka cenderung lebih bijak dan memilih menabung lebih dulu daripada belanja yang nggak perlu.

2. Menabung dan Investasi: Mana yang Lebih Prioritas?

Generasi milenial punya kecenderungan untuk belanja lebih banyak demi mengikuti gaya hidup atau status sosial. Walaupun mereka paham pentingnya menabung dan berinvestasi, sering kali gaya hidup yang konsumtif membuat mereka lebih banyak terjebak dalam hutang, misalnya cicilan rumah, mobil, atau kebutuhan lainnya.

Di sisi lain, Gen Z lebih mengutamakan kebebasan finansial. Mereka lebih hemat dan memprioritaskan menabung. Bahkan, banyak dari mereka yang lebih memilih untuk menyewa rumah daripada membeli, karena mereka lebih fokus pada menghindari hutang dan cicilan panjang yang bisa bikin stres keuangan di masa depan.

3. Investasi: Milenial Lebih Berpengalaman, Gen Z Lebih Cerdas

Melansir dari idn.times, milenial cenderung memilih instrumen investasi konvensional seperti saham, reksadana, hingga properti. Meskipun mereka lebih berpengalaman dalam berinvestasi karena sudah mendapatkan akses informasi lebih awal, tetapi gaya hidup konsumtif mereka membuat banyak milenial kurang fokus pada perencanaan keuangan yang matang. 

Sementara itu, Gen Z meskipun lebih muda, mulai mengenal pentingnya berinvestasi lebih awal. Mereka lebih cerdas dalam memilih jenis investasi yang cocok dengan tujuan dan kemampuan mereka. Gen Z juga lebih cenderung menggunakan platform digital untuk belajar dan berinvestasi secara praktis.

Kesimpulan

Perbedaan milenial dan Gen Z dalam mengelola uang cukup mencolok. Milenial seringkali lebih boros dalam pengeluaran dan terjebak dalam hutang, sedangkan Gen Z cenderung lebih hemat, bijak, dan memilih menabung lebih dulu. Dengan teknologi yang semakin maju, Gen Z punya akses lebih mudah untuk mengelola keuangan dan berinvestasi, sementara milenial lebih terbiasa dengan gaya hidup konsumtif yang kadang bikin mereka lupa menabung. Jadi, meski keduanya sama-sama sadar akan pentingnya literasi keuangan, cara mereka menerapkannya sangat berbeda. Kalau kamu, hidup di generasi mana? Yuk, mulai bijak atur uangmu dari sekarang!


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Membuat Anggaran Bulanan Simpel dan Efektif. Anti boros!

Ilustrasi Membuat Anggaran Bulanan (unsplash.com/Sincerely Media) Kamu sering merasa kesulitan mengatur keuangan karena nggak tahu uang kamu ke mana aja setiap bulan? Nah, salah satu cara biar keuangan tetap aman dan nggak berantakan adalah dengan membuat anggaran bulanan. Nggak perlu pusing, artikel ini bakal kasih kamu tips simpel dan efektif tentang cara membuat anggaran bulanan. Kamu yang baru kerja dan dapat gaji pertama pun bisa langsung coba!  Kenapa Harus Membuat Anggaran Bulanan?  Membuat anggaran bulanan sangat krusial untuk menyelamatkan keuangan kamu. Meskipun kamu baru saja bekerja, jangan biarkan euforia gajian jadi ajang hedon yang nggak keruan. Dengan punya anggaran yang jelas, kamu bisa lebih kontrol pengeluaran dan juga menabung untuk kebutuhan yang lebih besar. Ini juga cara yang efektif buat hindari utang dan supaya kamu bisa lebih bijak dengan uang yang kamu punya.  Cara Membuat Anggaran Bulanan  Gambar Uang Logam (unsplash.com/Steve Johnson) Ber...

5 Rekomendasi Aplikasi Budgeting untuk Atur Keuangan Pribadi

Pernah enggak, kamu merasa sudah berusaha hemat tapi pengeluaran tetap tak terkendali? Mengatur keuangan pribadi itu penting banget, apalagi buat kamu yang sudah mulai hidup mandiri. Tapi, kalau enggak hati-hati, bisa-bisa duit habis buat hal yang enggak penting. Nah, untuk kamu yang pengin banget bisa atur keuangan dengan lebih baik, aplikasi budgeting bisa banget jadi solusi. Artikel ini bakal kasih rekomendasi aplikasi budgeting  untuk atur keuangan pribadi kami dengan lebih mudah dan efisien. Kenapa Harus Pakai Aplikasi Budgeting? Sekarang, kamu pasti berpikir, "Memangnya sih harus ribet pakai aplikasi budgeting?" Kamu mungkin berpikir apa hubunganya budgeting dengan pengelolaan keuangan. Budgeting, dengan mencatat pemasukan dan pengeluaran rutin adalah step dasar pengelolaan keuangan yang sehat. Nah, aplikasi ini sebenarnya bikin hidup kamu jadi lebih mudah karena bisa membantu untuk: Membatasi pengeluaran biar enggak boros. Melihat pola pengeluaran supaya bisa lebih hem...